PDIP Ogah Urus Kader Partai Lain, Akui Punya Cara Sendiri

SAMARINDA – Di saat partai-partai lain memperkuat basisnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tak ingin ambil pusing. Ananda Emira Moeis, selaku Sekretaris DPD mengaku partai banteng ini memiliki caranya sendiri.

“Semuanya kan pasti punya cara masing-masing untuk menuju pemenangan di 2029. Ya, semua punya cara. Ya, silakan. PDI Perjuangan juga punya caranya,” kata Nanda saat diwawancarai di Gedung E, Komplek DPRD, Samarinda, pada Rabu, (26/11/2025).

Terhitung memang masih ada 4 tahun lagi menuju Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Namun mengingat partai-partai lain sudah menancap gas terhadap kaderisasi, PDIP pula mempertimbangkan yang sama. Apalagi partai di bawah komando Megawati Soekarnoputri ini, dianggap yang paling lantang bersuara di bawah rezim Prabowo Subianto.

Lebih tegas mengenai posisinya, Ananda menegaskan bahwa PDIP sendiri adalah partai ideologi.

“Kita partai ideologis, kita akan maksimalkan pendidikan kader di setiap jenjang. Mulai dari jenjang pratama, madya, sampai utama. Karena kita butuh kader yang betul-betul mengerti, paham ideologi kita agar bisa bersama-sama berjuang sesuai dengan tujuan kita semua masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” jelas Nanda.

Baca Juga:   Mulai Bertugas, Seno Aji Bakal Gelar Rapat Program 100 Hari Kerja Bersama Seluruh SKPD

Di Kaltim sendiri, PDIP menjadi salah satu partai dengan basis besar. Terbukti di DPRD Provinsi mereka memenangkan 9 kursi parlemen, berada di bawah Golkar dan Gerindra.

Demikian, yang menarik adalah perpindahan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, dari PDIP ke Gerindra pada Rakerda Gerindra lalu di Samarinda. Suatu pertanyaan besar mengingat, Aulia erat kaitannya dengan PDIP dalam kemenangannya di Kukar.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Nicha R

BERITA POPULER