Pemkot Samarinda Percepat Penanganan Sekolah Rawan Longsor dan Banjir

Foto: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Samarinda, Ananta Fathurrozi, (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA
– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menindaklanjuti percepatan penanganan sejumlah sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor. Pemaparan yang dilakukan didepan Wali Kota Samarinda, Andi Harun ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi ribuan pelajar yang terdampak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Ananta Fathurrozi, menjelaskan bahwa pemerintah masih melakukan kajian lapangan untuk menentukan langkah terbaik antara relokasi atau penataan kembali sekolah-sekolah tersebut.

“Kita akan bergerak mencari solusi. Ada beberapa lokasi yang dipersiapkan untuk memindahkan SD maupun SMP yang terdampak. Namun belum ada keputusan final, karena kita masih harus melihat kondisi lapangan, termasuk aspek pengendalian banjir dan potensi longsor,” ungkap Ananta.

Ia menambahkan, hasil rapat memutuskan adanya kunjungan lapangan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti BPBD, Dinas PUPR, BPKAD, dan Dinas Pendidikan.

Kunjungan itu akan menjadi dasar penentuan kebijakan lanjutan sebelum penyusunan skala prioritas untuk pelaksanaan tahun anggaran 2026.

Baca Juga:   Andi Harun dan Saefuddin Zuhri Resmi Dilantik Prabowo di Istana Negara

“Untuk sementara, usulan DED sudah disiapkan. Begitu hasil kunjungan diperoleh, kita akan menentukan skala prioritas untuk perencanaan pelaksanaan di 2026,” jelasnya.»

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa terdapat tiga sekolah yang menjadi perhatian utama pemerintah, yakni SMP Negeri 48 Sungai Pinang, SMP Negeri 24 Bukit Pinang, dan SMP Negeri 27 Batu Cermin.

“SMP 48 ini satu lahan dengan dua SD, total sekitar 1.500 siswa di lahan kurang dari setengah hektare. Kondisinya sangat padat dan tidak layak, sehingga kami ajukan untuk dipindahkan. Sedangkan SMP 24 dan 27, lokasinya kerap terdampak banjir dan longsor,” terang Asli.

Ia menambahkan, untuk SMP 27 yang berada di kawasan Batu Cermin, potensi longsor terjadi karena adanya danau kecil di atas lokasi sekolah. Namun, jika penguatan tanah bisa dilakukan, relokasi mungkin tidak diperlukan.

“Untuk 24 dan 27, kita cek kembali. Kalau bisa diperkuat tanpa dipindah, itu lebih baik. Tapi semua keputusan menunggu hasil kajian dan pertimbangan anggaran,” ujarnya.

Baca Juga:   Upacara HUT RI Pemkot Samarinda, Walikota: Jangan Cekcok, Warga Harus Kompak

Asli juga mengingatkan agar pihak sekolah dan guru meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras terjadi, serta segera melapor jika muncul tanda-tanda bahaya.

Pemkot Samarinda menargetkan hasil kajian lapangan rampung sebelum akhir tahun 2025 agar perencanaan fisik dapat masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan tahun 2026.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER