Foto: Kadis PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Pembangunan Teras Samarinda tahap dua terus dikebut Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti, menyampaikan bahwa progres pengerjaan di lapangan saat ini telah menyentuh sekitar 60 persen.
Dalam proyek kali ini, Teras Samarinda tahap dua dibangun dalam empat segmen berbeda yang dikerjakan oleh kontraktor terpisah. Pembagian ini dilakukan agar proses konstruksi bisa berjalan paralel dan mempercepat penyelesaian proyek.
“Setiap segmen pengerjaannya berjalan bersamaan, jadi targetnya bisa selesai lebih cepat. Semua sudah aman dari segi teknis,” kata Desy.
Proyek yang menjadi bagian dari Waterfront City Sungai Mahakam ini memiliki empat segmen di lokasi yang berbeda-beda. Segmen pertama terletak di depan Kantor Gubernur Kaltim dan fokus pada pembangunan pedestrian atau jalan di atas sungai sepanjang 300 meter, menyambung dengan kawasan eks Terminal C dan Kantor Pos.
Segmen kedua dan ketiga berada di kawasan dermaga Jalan Gajah Mada. Pada area ini, Pemkot Samarinda melakukan revitalisasi besar berupa pelebaran dermaga, perbaikan atap, dan penambahan fasilitas publik yang menunjang aktivitas masyarakat di tepi sungai.
Sementara itu, segmen keempat berada di area Pasar Pagi. Pekerjaannya meliputi pembangunan saluran drainase besar berukuran 120×120 sentimeter sepanjang 800 meter, pemasangan jalur utilitas kabel bawah tanah, hingga penataan ruang terbuka publik seperti taman bermain dan mini amphitheater.
Desy menegaskan bahwa proyek ini tidak menemui hambatan berarti. Salah satu potensi kendala berupa kesiapan lahan dinyatakan sudah tuntas sejak awal sehingga fokus pekerjaan tinggal pada tahap konstruksi fisik.
“Biasanya yang paling berat itu masalah lahan. Tapi di sini tidak ada masalah. Semuanya sudah siap dikerjakan,” jelasnya.
Meski begitu, ia sempat mencatat adanya tantangan teknis pada segmen yang dibangun di atas sungai. Kedalaman pondasi yang berbeda dari hasil perencanaan harus diatasi dengan metode konstruksi alternatif. Namun ia memastikan hal itu tidak lagi menjadi hambatan.
“Tinggal beberapa titik saja kemarin yang kedalamannya tidak sesuai, tapi sudah diselesaikan. Sekarang sudah aman semua,” ujarnya.
Total anggaran pembangunan terbagi sesuai segmen: Rp48 miliar untuk segmen 1, segmen 2 dan 3 masing-masing Rp21 miliar, serta segmen 4 senilai Rp24 miliar yang bersumber dari APBD Kota Samarinda.
Proyek tahap dua ini merupakan bagian dari masterplan besar Teras Samarinda yang terbagi menjadi delapan segmen yang saling terhubung di sepanjang tepian Sungai Mahakam. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan tahap dua dapat rampung pada 2025.
“Insyaallah tahun ini selesai,” tegas Desy optimistis.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



