Pencurian Kabel Marak di Samarinda, DPRD Desak Optimalisasi Pengawasan Bersama

Foto: Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar saat diwawancara. (Abdi/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Maraknya aksi pencurian kabel bawah tanah yang kerap membuat sejumlah kawasan di Kota Samarinda mendadak gelap gulita kini memantik perhatian dan sorotan tajam dari kalangan legislatif.

Kejadian berulang yang menyasar infrastruktur utilitas publik ini dinilai sangat meresahkan, tidak hanya merusak fasilitas kota dan merugikan keuangan daerah, tetapi juga berdampak langsung pada terganggunya aktivitas serta kenyamanan masyarakat luas di malam hari.

Dalam menyikapi persoalan kriminalitas perkotaan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menegaskan pentingnya penerapan sistem pengawasan preventif yang jauh lebih optimal di lapangan.

Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan sebelum kerugian yang lebih besar kembali menimpa fasilitas milik pemerintah.

“Pengawasan yang harus optimal. Kuncinya adalah kita preventif, mencegah daripada sudah kejadian,” tegas Deni, Selasa (27/10/2026).

Deretan kasus pencurian kabel ini diketahui telah terjadi di beberapa ruas jalan protokol dan kawasan utama kota, mulai dari Jalan M. Yamin, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Pahlawan, hingga kawasan Jalan Hasan Basri.

Baca Juga:   Jadi Salah Satu Area Program Kerja Percepatan Transisi Energi Berkeadilan, Ridwan Tassa: Semoga Samarinda Terima Dampaknya

Modus operandi yang kerap dijalankan oleh para pelaku tergolong licik, di mana mereka seringkali memanfaatkan atribut kedinasan atau menyamar sebagai pekerja proyek resmi untuk mengelabui warga sekitar maupun petugas yang sedang melintas.

“Harusnya hal ini tidak perlu terjadi ketika ini optimal pengawasannya itu tadi,” katanya.

Menanggapi celah pengawasan yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut, pihak legislatif menilai bahwa pengandalan tenaga manusia semata tentu memiliki keterbatasan waktu dan personel.

Oleh karena itu, penguatan pengawasan berbasis teknologi modern melalui integrasi kamera pengawas atau CCTV di setiap titik rawan dinilai sebagai langkah solutif yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan.

“Dengan adanya CCTV mungkin bisa menjadi pengawas dengan masyarakat untuk memastikan kegiatan itu betul-betul masuk atau tidak,” jelasnya.

Melalui pemantauan visual terpadu yang terhubung dengan program Smart City di setiap sudut kota, pemerintah diharapkan mampu mengawasi potensi tindak kejahatan secara real-time selama 24 jam penuh.

Dengan upaya kolaboratif ini, keamanan infrastruktur publik dapat terjaga secara menyeluruh sekaligus meminimalisir risiko terulangnya kasus serupa demi mewujudkan Samarinda yang lebih aman, tertib, dan terang.(adv/radarsamarinda)

Baca Juga:   Dispora Tingkatkan Penelusuran Bakat Atlet Usia Dini Melalui Peran Guru Olahraga

Pewarta : Abdi
Editor : Andi Desky

BERITA POPULER