Genjot Pengembangan Wisata, Pemkot Samarinda Bakal Satukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan perombakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) untuk mempertajam pengelolaan pariwisata dan kebudayaan mulai 2027.

Dalam skema tersebut, urusan pariwisata dan kebudayaan akan disatukan dalam satu dinas tersendiri. Sementara urusan pendidikan akan dipisahkan dari kebudayaan agar Dinas Pendidikan dapat lebih fokus menangani sektor pendidikan.

Selain itu, penataan kelembagaan birokrasi ini dirancang agar pengembangan potensi pariwisata serta pelestarian warisan budaya daerah mendapat penanganan yang jauh lebih fokus, terarah, dan optimal.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Senin (21/9/2026) malam.

Andi Harun mengatakan, rancangan regulasi penataan kelembagaan tersebut kini telah memasuki tahap akhir penyusunan di tingkat teknis Sekretariat Daerah.

“Kira-kira sudah berada pada tahap 80 persen untuk melakukan perubahan SOTK,” ungkap Andi Harun.

Lebih jauh Andi Harun menjelaskan restrukturisasi ini berakar dari hasil monitoring dan telaah mendalam terhadap efektivitas kinerja instansi pemerintah kota dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:   Mulutmu Harimau Mu!, DPRD Samarinda Ingatkan Etika Tenaga Kesehatan di Media Sosial

Dari hasil penilaian lapangan, terlihat adanya ketimpangan performa antara pembinaan bidang olahraga dan pengembangan kepariwisataan pada tubuh dinas yang menaunginya saat ini.

“Disporanya melejit prestasinya, tapi pariwisatanya agak kedodoran,” beber Andi Harun saat sesi wawancara.

Kendala tersebut, kata Andi Harun, dipicu oleh rentang kendali manajemen yang terlampau lebar dan jauh antara sektor pemuda olahraga dengan sektor pariwisata. Kondisi serupa juga ditemukan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di mana urusan kebudayaan kerap terpinggirkan oleh kompleksitas urusan pendidikan.

“Terlalu jauh rentang kendali antara olahraga dengan pariwisata,” papar Andi Harun.

Oleh sebab itu, demi menajamkan peran tiap instansi, urusan pendidikan ke depan diputuskan untuk berdiri mandiri agar seluruh energi dan sumber daya birokrasi dapat sepenuhnya dicurahkan bagi peningkatan mutu sekolah dan kualitas generasi penerus.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kita tunggalkan agar fokus pada pembangunan pendidikan,” jelasnya.

Guna mencari formula kelembagaan yang ideal, Pemkot Samarinda turut menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda serta merujuk pada pedoman KemenPANRB dalam menyusun kajian akademis penataan dinas. Dari kajian tersebut, disepakati bahwa bidang kebudayaan akan ditarik dan disatukan langsung dengan bidang pariwisata.

Baca Juga:   Andi Harun Singgung Absennya Gubernur di Dialog Terbuka Polemik JKN: “Harusnya Datang Langsung”

“Pariwisata dan kebudayaan akan digabungkan pada satu dinas yang sama,” urai Andi Harun.

Meski akan membentuk dinas dengan nomenklatur baru, Pemkot Samarinda memastikan restrukturisasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah jumlah perangkat daerah yang saat ini mencapai 30.

Skema penggabungan perangkat daerah lain disiapkan agar perubahan struktur tidak berujung pada peningkatan beban belanja operasional birokrasi.

“DP2KB kemungkinan besar akan kita satukan dengan DP2PA,” tutur sang Wali Kota.

Pemkot menargetkan regulasi SOTK baru rampung sebelum APBD 2027 disahkan. Untuk mempercepat proses, Raperda terkait penataan kelembagaan akan didorong melalui pengajuan di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

“Agar APBD tahun 2027 kita sudah berbasis pada SOTK yang baru,” tegasnya.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari jajaran teknis pengelola pariwisata Samarinda.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporapar Kota Samarinda, Diana P. Juliadi, menilai penggabungan pariwisata dan kebudayaan dalam satu dinas dapat membuat pengembangan sektor tersebut lebih fokus untuk mendongkrak destinasi wisata kota.

WhatsApp Image 2026 09 22 at 08.55.15
Kabid Pengembangan Pariwisata Disporapar Kota Samarinda, Diana P Juliadi saat diwawancara (Foto: Abdi/Media Kaltim)

“Setidaknya kita lebih fokus untuk pembangunan pariwisata ke depannya,” tutur Diana pada kesempatan yang sama.

Baca Juga:   DPRD Samarinda Optimis Program Makan Siang Gratis Berjalan Lancar

Diana menambahkan, keterikatan antara adat, tradisi, dan pariwisata merupakan modal utama yang saling melengkapi dalam menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, penyatuan kedua bidang ini ke dalam satu atap diyakini akan membuat agenda kerja dan eksekusi program pembangunan daerah berjalan jauh lebih konkret dan padu.

“Lebih terlaksana program-program terkait pengembangan kepariwisataan yang ada di Kota Samarinda,” tegasnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Nicha R

BERITA POPULER