Berenang di Eks Lubang Tambang, Bocah di Sempaja Utara Ditemukan Tak Bernyawa

SAMARINDA –Upaya pencarian terhadap Rizky, bocah laki-laki berusia sembilan tahun yang dilaporkan tenggelam di lubang bekas tambang batu bara, di kawasan Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, akhirnya membuahkan hasil.

Korban berhasil ditemukan oleh warga setempat pada Selasa (15/9/2026) malam sekitar pukul 19.17 Wita, dalam keadaan meninggal dunia.

Insiden tragis ini bermula saat korban bersama rekan-rekannya berenang di lubang bekas galian tambang yang menganga sejak tahun 2020 tersebut, sekitar pukul 16.30 Wita. Krisis air bersih yang melanda permukiman warga selama satu bulan terakhir, membuat lubang berbentuk kolam tersebut sering dimanfaatkan warga untuk mandi maupun sarana bermain anak-anak.

Helmi, tetangga korban yang ikut menyelam secara manual sejak sore hari, menceritakan detik-detik menegangkan saat pertama kali menemukan jasad murid kelas 2 SD tersebut.

“Saya menyelam di dasar kolam, tiba-tiba kaki saya terinjak kakinya korban. Posisi korban saat ditemukan tengkurap di dasar, tidak mengapung. Dasar kolamnya pasir, bukan lumpur, dengan kedalaman sekitar dua setengah meter,” ujar Helmi saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga:   Maswedi: Prioritaskan Kebutuhan Guru

Menurut Helmi, saat dievakuasi dari dasar kolam, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan hanya mengenakan celana tanpa baju. Jasad korban pun langsung dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.

Jajaran Polresta Samarinda yang menerima laporan warga langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan pengamanan dan mendampingi proses evakuasi.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menjelaskan pihaknya menerima laporan adanya insiden anak tenggelam di kawasan Bayur tersebut sejak sore hari.

“Sekitar jam setengah lima sore kami mendapat informasi dari warga. Petugas langsung menuju TKP dan mendapati warga sudah berkerumun membantu pencarian secara manual. Sekitar pukul 19.17 Wita, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” kata Aiptu Joko Wahyudi.

Di lokasi kejadian, pihak kepolisian juga memberikan edukasi serta imbauan kepada pihak keluarga dan warga setempat, agar tidak menyebarluaskan rekaman visual insiden tersebut.

“Tindakan dari kita begitu tiba di TKP langsung mengamankan lokasi dan memberikan edukasi kepada keluarga. Kami meminta agar saat korban ditemukan, jangan ada yang mengambil video atau foto demi menjaga perasaan keluarga agar tidak semakin larut dalam kesedihan,” tegasnya.

Baca Juga:   Agustus Membara di Cendana, 2 Rumah dan Bangsal 10 Pintu Hangus Terbakar

Mengantisipasi agar musibah serupa tidak kembali terulang, pihak kepolisian mengimbau dengan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar benar-benar menjaga anak-anaknya dan melarang mereka berenang di danau atau lubang bekas tambang sekitar sini agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” imbaunya.

Pewarta: Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i

BERITA POPULER