Kadar Klorida Mahakam Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat Air

SAMARINDA – Kadar klorida Sungai Mahakam telah bergerak dari kondisi siaga ke kategori kritis, sehingga Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mengurangi jam operasional 10 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Informasi tersebut disampaikan Perumda Tirta Kencana melalui pembaruan kondisi pada Kamis, 10 September 2026.

Perubahan status kadar klorida menjadi kritis membuat operasional sejumlah instalasi pengolahan air harus disesuaikan hingga kondisi air baku kembali memenuhi standar yang ditetapkan.

Sepuluh IPA yang terdampak pengurangan jam operasional meliputi IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana, IPA Cendana, dan IPA Gunung Lipan.

Perumda Tirta Kencana menyatakan operasional IPA akan kembali normal apabila kondisi kadar klorida Sungai Mahakam telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi pelayanan air bersih kepada masyarakat, khususnya pelanggan yang jaringan distribusinya bergantung pada IPA yang mengalami pengurangan jam operasional.

Sebagai langkah penanganan, Perumda Tirta Kencana menyiapkan sejumlah titik pengambilan air atau terminal IPA. Lokasi tersebut antara lain IPA Bant uas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Makroman, IPA Sungai Kapih, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana, IPA Cendana, IPA Gunung Lipan, IPA Bengkuring, IPA Pampang (Masjid), Sumur Bor Pahlawan, Sumur Bor Simpang Darjad, dan Sumur Bor Bengkuring.

Baca Juga:   RSUD IA Moeis Menuju Standar Pelayanan Prima

Dalam kondisi kritis tersebut, Perumda Tirta Kencana juga menyiapkan skema penanganan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Salah satunya melalui “Terminal Mandiri”, yakni sumur bor warga yang dapat segera diaktifkan untuk melayani pengambilan air bagi kebutuhan minum dan memasak.

Selain itu, “Terminal Umum” di masjid, musala, tempat ibadah maupun kantor dengan daya tampung air besar juga dapat diaktifkan untuk melayani kebutuhan air masyarakat.

Perumda juga menyiapkan Terminal IPA di sejumlah IPA Perumda Tirta Kencana untuk pengambilan air bagi kebutuhan minum dan memasak.

Untuk kebutuhan air tangki, permintaan pengisian melalui Terminal Umum dilakukan melalui RT atau kelurahan setempat dan dikoordinasikan secara terpusat melalui Satgas.

Pengambilan air warga di Terminal Umum juga akan diatur oleh lurah, RT, maupun tokoh masyarakat setempat guna memastikan distribusi berjalan tertib.

Dalam pengumumannya, Perumda Tirta Kencana turut mengimbau pemilik tangki yang bersedia membantu kebutuhan air warga untuk bergabung dengan Satgas.

Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air, khususnya selama kondisi kadar klorida Sungai Mahakam masih berada pada level kritis.

Baca Juga:   DLH Samarinda Bergerak Cepat Usai Warga Keluhkan Limbah Cemari Sumber Air di Sempaja Utara

“Pelanggan yang masih mengalir, diimbau untuk menampung air terlebih dahulu saat air masih mengalir dan menghemat penggunaan air,” demikian imbauan Perumda Tirta Kencana.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R

BERITA POPULER