SAMARINDA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 5 hektare lahan di kawasan Makroman, Samarinda, Kalimantan Timur, setelah api berkobar selama kurang lebih 8 jam di tengah kondisi kemarau dan vegetasi yang kering.
Kebakaran mulai dilaporkan warga pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.15 Wita. Api kemudian berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8) sekitar pukul 00.21 Wita setelah personel gabungan melakukan penanganan hingga dini hari.
Personel BPBD Kaltim Arifin Wibowo mengatakan titik api pertama kali terlihat dari area pinggir jalan. Kondisi cuaca yang terik dan lahan yang kering membuat api dengan cepat membesar.
“Asal api dari pinggiran jalan, diduga sengaja dibakar atau berasal dari lemparan puntung rokok,” ujar Arifin.
Namun, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
Upaya pemadaman pada awal kejadian menghadapi kendala keterbatasan armada. Petugas BPBD saat itu hanya mengandalkan mesin portabel berukuran kecil.
“Kendala kita di unit yang sangat minim, awalnya hanya mengandalkan mesin portabel kecil.”
Penanganan dapat beroperasi maksimal setelah puluhan prajurit TNI yang sedang berpatroli ikut beraksi di lokasi kejadian.
Danyonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman, Letkol Czi Aremal Yulidopenmo Pasju, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan bantuan begitu melihat jajaran BPBD dan relawan berjibaku di lapangan.
“Kami melintas saat patroli sore dan melihat petugas BPBD sedang memadamkan api. Sesuai instruksi pimpinan TNI dan Pangdam VI/Mulawarman untuk merespons cepat karhutla, kami langsung menggerakkan kurang lebih 30 personel beserta armada tangki air,” jelas Letkol Czi Aremal.
Sinergi antara 30 personel TNI, BPBD Kaltim, dan relawan Destana Makroman akhirnya membuahkan hasil hingga titik api benar-benar padam pada dini hari.
Menghadapi musim kemarau panjang yang rawan kebakaran, Letkol Czi Aremal menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak sembarangan menyalakan api di area rawan.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, hindari membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan. Mari kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R




