Foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Penataan Teras Samarinda tahap 3 diprediksi tidak dilanjutkan sesuai target awal pada 2027. Kondisi fiskal daerah yang semakin ketat akibat efisiensi anggaran dan pemangkasan transfer dari pemerintah pusat dinilai dapat membuat pengerjaan proyek tersebut harus dilakukan secara bertahap.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengatakan pemerintah kota tetap memiliki target untuk menuntaskan penataan Teras Samarinda. Namun, kemampuan anggaran menjadi faktor yang menentukan kecepatan penyelesaiannya.
Menurutnya, apabila kondisi keuangan tidak memungkinkan, penyelesaian proyek dapat bergeser hingga 2028 atau 2029.
“Teras itu kan selama ini memang pakai APBD kota. Target Pak Wali memang itu rampung. Cuma karena ada kondisi efisiensi, kemudian ada pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat, artinya mungkin tidak sesuai yang direncanakan awal,” kata Jasno.
Ia menjelaskan, apabila sebelumnya penyelesaian proyek ditargetkan pada 2027, keterbatasan anggaran dapat membuat pembiayaan harus dibagi ke dalam beberapa tahun anggaran.
“Yang seharusnya 2027 selesai mungkin bisa sampai 2029 karena dananya mungkin bertahap. Yang seharusnya habis sekian ratus miliar atau seratus miliar mungkin dibagi sampai beberapa kali anggaran,” ujarnya.
Kendati demikian, Jasno menegaskan mundurnya target waktu tidak berarti pemerintah kota menghentikan penataan Teras Samarinda.
Menurutnya, Pemkot Samarinda tetap berupaya menyelesaikan pembangunan tersebut hingga akhir masa kepemimpinan Wali Kota, Andi Harun.
“Tapi target pemerintah kota ya menyelesaikan Teras Samarinda. Cuman kalau untuk 2027 ini kayaknya belum selesai. Mungkin nanti bertahap sampai 2028 dan 2029, sampai akhir kepemimpinan pemerintah kota, Pak Wali,” katanya.
Jasno menilai penataan tepian Mahakam penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu bagian dari wajah Kota Samarinda.
Karena itu, pembangunan yang sudah dimulai dinilai perlu dilanjutkan, meskipun menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



