Presiden BEM KM Universitas Mulawarman Mundur Usai Klarifikasi Foto Bersama Jokowi: “Saya Akui Ini Kelalaian”

Foto: Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman Masa Juang 2026/2027, Hiththan Hersya Putra soan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. (Istimewa)

SAMARINDA – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman Masa Juang 2026/2027, Hiththan Hersya Putra, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden BEM setelah memberikan klarifikasi terkait beredarnya foto dirinya bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada sivitas akademika Universitas Mulawarman dan masyarakat luas menyusul beredarnya berbagai narasi di media sosial yang menyebut pertemuan tersebut sebagai “pertemuan rahasia”.

Dalam keterangannya, Hiththan menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung pada 16 Juli 2026 itu bukan merupakan agenda resmi maupun audiensi dengan Joko Widodo.

“Pertemuan tersebut merupakan kunjungan biasa, tanpa agenda resmi, tanpa audiensi, dan tanpa pembahasan isu-isu politik maupun kebijakan publik,” tulis Hiththan dalam pernyataan resminya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya datang sebagai masyarakat biasa yang berkunjung ke kediaman Joko Widodo, kemudian bersalaman dan berfoto sebagaimana pengunjung lainnya.

Baca Juga:   Unmul Cetak Rekor Kelulusan Terbanyak Tahun 2026, Tembus 1.667 Wisudawan

“Saya hadir sebagai bagian dari masyarakat biasa, bersalaman dan berfoto sebagaimana pengunjung lainnya dan bukan dalam kapasitas kelembagaan, bukan pula dalam kerangka pertemuan tertutup yang direncanakan atau disembunyikan dari publik,” ujarnya.

Hiththan juga membantah adanya kepentingan tertentu di balik pertemuan tersebut. Menurutnya, tidak ada bentuk transaksi, pemberian fasilitas, bantuan, maupun komunikasi yang dapat memengaruhi sikap organisasi.

“Dalam pertemuan tersebut sama sekali tidak ada penerimaan uang, fasilitas, bantuan ataupun bentuk pemberian dalam wujud apa pun. Tidak terdapat pula kesepakatan, komitmen, maupun komunikasi tertentu yang dapat memengaruhi independensi sikap organisasi,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan BEM KM Universitas Mulawarman akan tetap mempertahankan posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang independen dan kritis terhadap seluruh penyelenggara negara.

“BEM KM Universitas Mulawarman tetap berdiri sebagai organisasi mahasiswa yang independen dan kritis. Sikap organisasi tidak pernah dan tidak akan pernah dibangun atas dasar kedekatan personal dengan tokoh mana pun, melainkan atas kepentingan rakyat dan prinsip keadilan sebagai landasan gerak,” katanya.

Baca Juga:   Jalan Sehat Keliling Kampung Cara Warga Desa Sesulu Meriahkan HUT RI

Hiththan menambahkan bahwa independensi gerakan mahasiswa tidak dapat diukur dari siapa yang pernah ditemui, melainkan dari konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Silaturahmi antarsesama warga negara tidak pernah menghapus independensi sikap. Yang menjadi ukuran bukan siapa yang pernah disalami, melainkan integritas, konsistensi, dan keberpihakan yang nyata,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER