Unmul Perkuat Sertifikasi Profesi Lewat Kerja Sama dengan IAI Kaltim

Teks foto: Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Mulawarman dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kalimantan Timur di Gedung Rektorat Unmul. (Foto: Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menghadapi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kerja sama strategis dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kalimantan Timur.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Rektorat Unmul, Selasa (28/7/2026). Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kompetensi akademik, penguatan sertifikasi profesi, hingga pengembangan pendidikan profesi akuntansi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di era IKN.

Rektor Unmul, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kemitraan dengan organisasi profesi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, banyak anggota maupun pengurus IAI Kaltim merupakan bagian dari sivitas akademika dan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul. Kondisi tersebut diyakini akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.

Baca Juga:   Pasca Maratua Run 2025, Pemprov Kaltim Fokus Kembangkan Pariwisata Mahakam Ulu

“Apalagi banyak dari anggota maupun pengurus IAI Kaltim yang juga merupakan bagian dari sivitas akademika kami,” ujarnya.

Abdunnur menegaskan kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, seluruh kesepakatan harus segera diwujudkan melalui program kerja nyata yang melibatkan pimpinan fakultas dan jajaran akademik.

“Ke depan, saya berharap kerja sama ini tidak berhenti hanya sebatas penandatanganan MoU di atas kertas, tetapi ada action program atau tindakan nyata,” tegasnya.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, pihak rektorat siap memfasilitasi kebutuhan operasional maupun administrasi IAI di lingkungan kampus.

“Kami meminta pihak FEB, pimpinan fakultas, dan jajaran akademik untuk mematangkan konsep teknis ini,” lanjutnya.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dan lulusan diharapkan memperoleh nilai tambah berupa sertifikasi kompetensi dan pengakuan akademik yang mendukung daya saing di dunia kerja.

“Mahasiswa dan lulusan kita akan mendapatkan nilai tambah berupa keterampilan teknis yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) maupun sertifikasi profesi,” terang Abdunnur.

Sebagai tindak lanjut, Unmul dan IAI Kaltim merencanakan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), penguatan Program Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk), serta pembangunan Knowledge Center sebagai pusat pengembangan keilmuan bersama.

Baca Juga:   Sembunyikan Sabu di Tisu, Pengedar Ditangkap Usai Transaksi

“Melalui kolaborasi ini, kita bisa mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi di kampus, membuka atau memperkuat Program Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk), serta membangun Knowledge Center bersama IAI,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Abdunnur juga mengajak seluruh perguruan tinggi negeri di Pulau Kalimantan memperkuat sinergi dalam menyiapkan SDM berkualitas untuk mendukung pembangunan IKN.

Menurutnya, persaingan global menuntut dunia pendidikan meninggalkan ego sektoral dan membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif.

“Perguruan Tinggi Negeri di Kalimantan harus bersatu membangun konsorsium, melepaskan ego sektoral atau almamater, dan berkolaborasi secara luas demi kemajuan pendidikan Indonesia di mata dunia,” tegasnya. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

BERITA POPULER