Foto: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Upaya meningkatkan budaya literasi di Kota Samarinda terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda memilih memperluas kemitraan dengan yayasan pendidikan, pesantren, tokoh masyarakat, hingga komunitas agar kebiasaan membaca tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf, mengatakan penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan yayasan pendidikan, pesantren, tokoh masyarakat, komunitas, hingga berbagai lembaga lainnya. Sasaran literasi bukan hanya pelajar, tetapi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Erham menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan berbagai program literasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan dan fasilitas perpustakaan oleh masyarakat.
Selain menghadirkan beragam kegiatan yang mendorong budaya membaca, pihaknya juga ingin melibatkan komunitas dalam menyelenggarakan program edukatif yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Dengan cara itu, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang belajar yang aktif dan inklusif.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Menurutnya, penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga perangkat wilayah.
“Minat baca bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau perguruan tinggi. Kami berharap program literasi juga hadir di tengah masyarakat melalui PKK, Posyandu, kecamatan, kelurahan, hingga komunitas yang ada di lingkungan warga,” katanya.
Novan menilai pendekatan berbasis kolaborasi akan membuat layanan perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini belum banyak terlibat dalam kegiatan literasi.
Ia berharap sinergi tersebut mampu melahirkan inovasi baru sehingga perpustakaan berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk belajar, berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperluas pengetahuan.
“Dengan keterlibatan semua pihak, kami optimistis budaya literasi di Samarinda akan terus meningkat. Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, terbuka, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



