Naas, Pekerja Indihome Alami Kecelakaan Maut di Jalan PM Noor

SAMARINDA – Seorang pekerja IndiHome bernama alami kecelakaan maut yang merenggut nyawanya di ruas Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 14.20 Wita.

Agung Anugrah Saputra (22), dilaporkan meninggal dunia secara tragis di lokasi kejadian. Sepeda motor yang dikendarainya terjatuh saat mencoba mendahului, hingga tubuh korban terlindas roda belakang sebuah truk kontainer.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi KT 3396 BBU. Sementara itu, kendaraan berat yang terlibat adalah truk bernomor polisi L 8111 BAB yang dikemudikan oleh Rogi (29).

Benturan keras yang menggema dari arah jalan raya seketika membuat warga sekitar dan pengguna jalan geger. Saat warga mendekat, korban ditemukan sudah tergeletak di badan jalan dengan luka parah di bagian kepala.

Agus, salah seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian, mengaku baru saja tiba di rumahnya setelah menunaikan ibadah di masjid ketika insiden tersebut terjadi.

Baca Juga:   Rp3,7 Miliar Untuk Pencegahan Kasus Stunting

“Saya habis pulang dari masjid, lagi di rumah. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Saya langsung lari ke luar, ternyata sudah ada korban tergeletak di jalan,” ujar Agus kepada media, Jumat (10/7/2026).

Menurut Agus, korban sebenarnya masih mengenakan helm pelindung secara lengkap. Namun, fatalnya benturan dan beban kendaraan berat yang melindasnya membuat nyawa pemuda berusia 22 tahun itu tidak dapat diselamatkan.

“Korban masih pakai helm, tapi kondisinya sudah sangat parah. Saya langsung berinisiatif menutup jasadnya memakai banner bekas supaya tidak menjadi tontonan warga yang lewat,” tambahnya.

Agus juga menggarisbawahi bahwa kawasan Jalan PM Noor memang dikenal sebagai salah satu jalur tengkorak yang rawan kecelakaan di Samarinda. Hal ini dipicu oleh banyaknya kendaraan besar dan kendaraan lain yang kerap melintas dengan kecepatan tinggi, terutama pada jam sibuk.

Di sisi lain, sopir truk bernama Rogi (29) menjelaskan bahwa dirinya sempat memantau pergerakan sepeda motor korban melalui kaca spion sebelum kecelakaan terjadi. Rogi mengaku saat itu ia sudah melaju stabil di lajur tengah.

Baca Juga:   Alami Longsor, DPRD Samarinda Pertanyakan kualitas Konstruksi Proyek Terowongan Selili

“Motor itu dari tadi memang ada di belakang saya. Saya sudah ambil posisi di jalur tengah. Tiba-tiba dia seperti banting setir ke kiri (mendahului), lalu kehilangan keseimbangan, jatuh ke kanan dan masuk ke bawah kolong truk. Ban belakang sebelah kiri yang mengenai korban,” ungkap Rogi lesu.

Rogi menambahkan, siang itu ia sedang dalam perjalanan mengangkut muatan logistik dari kawasan Palaran dengan tujuan akhir ke Anggana, Kutai Kartanegara.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP awal dan mengevakuasi jasad korban. Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan dugaan bahwa kecelakaan dipicu oleh tindakan mendahului dari sisi kiri yang kurang perhitungan.

“Kedua kendaraan sama-sama melaju searah, dari arah Jalan PM Noor menuju Jalan DI Panjaitan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, diduga kuat pengendara roda dua berusaha menyalip dari sebelah kiri,” terang Ipda Mat Bahri.

“Saat proses mendahului itu, pengendara diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga terjatuh ke kanan dan langsung terlindas ban belakang truk,” sambungnya.

Baca Juga:   PKL Tepian Mahakam: Bukan Penertiban, Kami Digusur

“Sopir truk sudah kami amankan untuk proses pemeriksaan. Penanganan perkara selanjutnya diserahkan penuh kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda guna memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkas Ipda Mat Bahri.

Pewarta : Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i/Andi Desky

BERITA POPULER