Kaltim Inflasi, Samarinda Tembus 3,53 Persen

Foto: Grafik inflasi kaltim year on year, (BPS Kaltim).

SAMARINDA – Harga sejumlah kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tak hanya bahan pangan, kenaikan harga bahan bakar, tarif transportasi udara hingga emas perhiasan masih menjadi pemicu utama meningkatnya biaya hidup masyarakat sepanjang Juni 2026.

Kondisi tersebut tercermin dalam laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim. Pada Juni 2026, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) tercatat sebesar 3,20 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 112,39.

Di balik angka tersebut, kenaikan harga ternyata tidak hanya dipicu satu atau dua komoditas. BPS mencatat bensin, angkutan udara, beras, ikan layang, cabai rawit, minyak goreng, bawang merah, tomat, hingga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar laju inflasi di Kaltim. Selain itu, biaya sewa rumah, jasa perawatan kendaraan, serta harga rokok juga ikut memberi tekanan terhadap kenaikan harga secara umum.

Bila dikelompokkan, sektor transportasi menjadi penyumbang kenaikan harga paling besar. Hal itu sejalan dengan meningkatnya harga bensin dan tarif penerbangan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga:   Gratispol Vs Beasiswa, Rudy Mas’ud Singgung Isran Noor Kurang Paham Soal Pendidikan

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi kontributor utama terhadap inflasi karena memiliki porsi konsumsi terbesar di masyarakat. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan yang cukup tinggi, terutama didorong oleh naiknya harga emas perhiasan.

Di sisi lain, tidak semua harga bergerak naik. BPS mencatat kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru mengalami penurunan harga. Salah satu komoditas yang memberi andil terhadap deflasi adalah tas sekolah.

Secara kewilayahan, tekanan inflasi paling tinggi terjadi di Kota Samarinda dengan angka 3,53 persen. Sementara Kota Balikpapan menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 2,80 persen.

Adapun Kabupaten Berau mencatat inflasi 3,35 persen dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,96 persen. Seluruh daerah cakupan IHK di Kaltim sama-sama mengalami inflasi sepanjang Juni tahun ini.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan pada Juni sebesar 0,70 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun telah mencapai 2,36 persen. Angka tersebut menunjukkan tekanan harga masih berlangsung hingga pertengahan 2026, meski lajunya relatif lebih terkendali dibanding lonjakan yang sempat terjadi pada awal tahun.

Baca Juga:   Mahasiswa Desak Perlindungan Masyarakat Adat, Seno Aji: Kami Tidak Tinggal Diam Soal Isu Kemanusiaan

Dibandingkan Juni tahun lalu, laju inflasi Kaltim kini juga berada pada level yang lebih tinggi. Pada Juni 2025 inflasi tahunan masih berada di angka 1,62 persen, sedangkan tahun ini telah mencapai 3,20 persen.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Nicha R

BERITA POPULER