Foto: Kejadian Longsor di tunel Terowongan Samarinda pada Juli 2025 lalu. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Warga Kota Tepian kembali dihebohkan dengan sederet informasi yang mangatakan bahwa Proyek Terowongan Samarinda mengalami kerusakan. Namun, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan bahwa kabar tersebut hoaks.
Di tengah beredarnya berbagai informasi yang mempertanyakan keamanan proyek tersebut di media sosial. Melalui pernyataan yang disampaikan melalui akun resmi Pemerintah Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa informasi yang berkembang tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap unggahan yang beredar tanpa melakukan pengecekan terhadap sumber informasi yang valid.
Menurut Andi Harun, sejumlah konten yang ramai dibicarakan di media sosial menggunakan informasi lama dan mengaitkannya dengan kondisi terkini sehingga memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa memang terdapat beberapa penyesuaian teknis di area sekitar proyek, namun lokasinya tidak berada pada bagian utama terowongan dan tidak memengaruhi struktur maupun keamanan fasilitas tersebut.
“Yang berkembang di media sosial sering kali tidak sesuai dengan fakta yang ada. Kondisi terowongan tetap aman dan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai unggahan yang beredar,” kata Andi Harun, Sabtu (30/5/2026).
Orang nomor satu di Samarinda itu menilai penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menciptakan keresahan publik.
Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan proyek strategis daerah.
Andi Harun juga mempertanyakan tujuan pihak-pihak yang terus memunculkan narasi negatif mengenai pembangunan di Samarinda.
Menurutnya, kritik dan pengawasan publik merupakan hal yang wajar, namun harus didasarkan pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa proyek Terowongan Samarinda justru mendapat perhatian positif dari pemerintah pusat.
Hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan bahwa infrastruktur tersebut berpotensi menjadi salah satu contoh pengembangan terowongan perkotaan di Indonesia.
“Pemerintah pusat melihat proyek ini sebagai sesuatu yang positif. Bahkan ada proyeksi agar terowongan ini dapat menjadi salah satu referensi atau model bagi pembangunan serupa di daerah lain,” ujarnya.
Andi Harun berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga suasana kondusif di Samarinda dengan mengedepankan informasi yang akurat dan tidak memanfaatkan media sosial untuk memicu polemik yang tidak perlu.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kota membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak.
Karena itu, masyarakat diajak untuk berkontribusi secara positif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Mari bersama-sama menjaga kota ini. Jika belum bisa memberikan kontribusi secara langsung, setidaknya jangan sampai menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



