Foto: Peternakan Sapi di Gunung Mangga, Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Peluang usaha di sektor peternakan di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai masih sangat terbuka lebar. Tingginya kebutuhan pasokan sapi dan kambing yang masih didominasi dari luar daerah menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mulai berwirausaha di bidang peternakan.
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim (DPKH Kaltim), Fadli Sufiani, mengatakan saat ini sekitar 70 persen kebutuhan ternak di Kaltim masih dipasok dari luar daerah.
Kondisi itu membuka ruang besar bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan bisnis peternakan, khususnya sapi.
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus mendorong masyarakat agar tertarik berwirausaha di sektor tersebut melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan kelompok peternak.
Salah satu program unggulan yang dijalankan yakni Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT). Program ini mendorong masyarakat membangun usaha peternakan berbasis koperasi dan kelompok.
“PDKT ini menjadi salah satu proyek utama kami. Dua kelompok digabung menjadi koperasi dan diberikan bantuan ternak,” ujarnya.
Dalam program tersebut, pemerintah memberikan bantuan 100 ekor sapi, terdiri atas 60 ekor untuk penggemukan dan 40 ekor untuk pembiakan.
Pola ini dirancang agar usaha peternakan tidak hanya menghasilkan keuntungan dari penjualan sapi, tetapi juga mampu meningkatkan populasi ternak di daerah.
Fadli menjelaskan, untuk memulai usaha peternakan skala kecil sebenarnya tidak terlalu rumit. Masyarakat hanya perlu memiliki lahan, kandang, serta komitmen dalam menjalankan usaha secara serius.
“Kalau pribadi yang penting punya lahan dan komitmen. Jangan hanya ikut-ikutan,” katanya.
Ia menambahkan, usaha peternakan kecil dengan kapasitas sekitar 20 ekor sapi umumnya hanya membutuhkan izin lingkungan dari tingkat desa dan kecamatan.
Namun jika usaha berkembang menjadi skala besar, maka perizinan harus melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta pertimbangan teknis dari dinas terkait.
Selain itu, peternak juga harus memastikan ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT), kandang yang memadai, serta pengelolaan ternak yang tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Dari sisi nilai ekonomi, bisnis peternakan dinilai cukup menjanjikan. Harga sapi saat ini berkisar Rp18 juta hingga lebih dari Rp100 juta tergantung jenis dan kualitas ternak. Sementara harga kambing berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp8 juta per ekor.
“Harga ternak tergantung kondisi kesehatan dan jenisnya,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



