Imbas PHK Pertambangan, Minat Masyarakat Kaltim Beternak Hewan Kurban Meningkat

Foto: Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, Fadli Sufiani. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai berdampak pada perubahan minat masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satu sektor yang kini mulai dilirik sebagai alternatif sumber penghasilan adalah peternakan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim), Fadli Sufiani, mengatakan dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima banyak masyarakat yang berkonsultasi mengenai usaha peternakan.

“Memang saat ini minat masyarakat meningkat untuk melihat usaha ternak sapi, kambing maupun ayam. Apalagi dampak adanya PHK di pertambangan. Dalam seminggu itu bisa dua sampai tiga orang datang berkonsultasi bagaimana cara memelihara ternak,” ungkapnya ke Radar Samarinda, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan mulai dipandang sebagai salah satu jalan alternatif selain bekerja di perusahaan swasta.

Masyarakat mulai tertarik membangun usaha mandiri berbasis pertanian dan peternakan.
Untuk mendukung hal tersebut, DPKH Kaltim menjalankan program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT).

Baca Juga:   21 Penyakit tidak Dicover, Dinkes Kaltim Dorong Masyarakat Pahami Produk BPJS

Program ini menjadi salah satu proyek utama pemerintah daerah dalam mendorong penguatan usaha peternakan berbasis kelompok masyarakat.

Melalui program tersebut, dua kelompok peternak digabungkan menjadi koperasi. Pemerintah kemudian memberikan bantuan ternak, termasuk sapi dengan pola pengembangan penggemukan dan pembiakan.

“Dalam satu program ada 100 ekor sapi. Sebanyak 60 ekor untuk penggemukan dan 40 ekor untuk pembiakan guna meningkatkan populasi sapi betina,” jelasnya.

Sapi penggemukan dipelihara selama beberapa bulan sebelum dijual kembali untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketersediaan hewan kurban di Kaltim.

Sejauh ini, program PDKT terus berkembang. Pada 2024 terdapat sembilan unit PDKT, sedangkan pada 2025 bertambah menjadi 12 unit, sehingga total mencapai 21 PDKT di Kaltim.

Selain sapi, program tersebut juga mencakup peternakan kambing dan domba. Tercatat ada tujuh PDKT kambing dan dua unit PDKT domba yang mulai berjalan tahun ini.

Meski demikian, Fadli mengakui jumlah program tahun ini sedikit lebih kecil dibanding tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran daerah.

Baca Juga:   Guyonan Isran Soal 'Habaib Palsu' Disoal

“Memang kondisi keuangan kita saat ini membuat pengembangan PDKT juga berkurang,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER