Foto: Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, memberikan tanggapan singkat namun tegas terkait polemik yang sempat dilontarkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud terkait Hashim dan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumhya, Rudy Mas’ud menyeret kedekatan Hashim Djojohadikusumo dan Prabowo Subianto dalam menyamakan halnya dengan Hijrah Mas’ud, dalam Tim Ahli Gubernur.
Menanggapi hak itu, Budisatrio menekankan bahwa seorang pemimpin seharusnya mampu menjaga kebijaksanaan dalam bertindak maupun berbicara di ruang publik.
“Sebagai pemimpin tentu harus bijaksana,” ujarnya singkat kepada awak media.
Meski dimintai tanggapan lebih jauh mengenai perbandingan yang dilontarkan Rudy Mas’ud antara relasi dirinya dengan Hijrah Mas’ud dan hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dengan sang adik Hashim Djojohadikusumo, Budisatrio memilih tidak memperpanjang polemik tersebut.
Ia justru mengajak semua pihak untuk lebih fokus pada pembangunan dan potensi ekonomi Kalimantan Timur yang dinilai semakin strategis ke depan.
“Kalimantan Timur punya potensi besar menjadi roda ekonomi nasional. Itu yang perlu kita kawal bersama,” katanya sebelum meninggalkan lokasi acara.
Sejumlah Kader Gerindra Beri Kritik
Dikabarkan sebelumnya, beberapa anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menilai perbandingan antara hubungan keluarga dan tata kelola pemerintahan tidak seharusnya disampaikan di ruang publik karena dapat memunculkan kesan keliru soal etika pemerintahan.
Sementara Akhmed Reza Pahlevi mengingatkan bahwa kepala daerah perlu menjaga batas yang jelas antara urusan keluarga dan kepentingan birokrasi.
Kritik serupa juga datang dari Sabaruddin Panrecalle yang menilai posisi kepala daerah tidak bisa disamakan dengan presiden dalam konteks kewenangan maupun struktur pemerintahan.
Rudy Mas’ud Sampaikan Permintaan Maaf
Di tengah kritik yang terus berkembang, Rudy Mas’ud akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video resmi yang diunggah beberapa hari setelah polemik mencuat.
Dalam pernyataannya, Rudy mengaku menyesali kegaduhan yang terjadi dan meminta maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang menimbulkan berbagai penafsiran.
Ia juga memastikan tidak akan lagi melibatkan anggota keluarga dalam posisi struktural yang berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk jabatan wakil ketua TAGUPP yang sebelumnya ditempati Hijrah Mas’ud.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



