SAMARINDA — Polemik pendirian gereja di Samarinda kembali menjadi perhatian publik setelah muncul tudingan terkait dugaan pemalsuan dan pemaksaan dukungan warga. Menanggapi hal tersebut, pihak Gereja Toraja menegaskan seluruh proses dukungan dilakukan sesuai prosedur dan tanpa tekanan kepada masyarakat.
Pendeta Gereja Toraja menyebut dukungan warga yang dikumpulkan dilakukan secara sukarela sebagai bagian dari persyaratan administrasi pendirian rumah ibadah. Ia juga membantah adanya praktik pemalsuan tanda tangan maupun intimidasi terhadap warga sekitar.
Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat dan tokoh lingkungan selama ini berjalan baik. Pihak gereja berharap polemik yang berkembang tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Isu pendirian rumah ibadah tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan dan memunculkan berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah pihak juga meminta seluruh proses dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan yang berlaku.
Pihak Gereja Toraja berharap proses penyelesaian persoalan dapat berjalan kondusif dengan mengedepankan dialog dan toleransi antarumat beragama.
Pembaca Setia Radar Samarinda!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Samarinda?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
https://koran.radarsamarinda.com
https://digital.radarsamarinda.com/rs8mei2026/mobile/
Radar Samarinda – Aktual & Terpercaya.



