Imbas Efisiensi Anggaran, Wacana Transportasi Massal Samarinda Dipastikan Mundur ke 2027

Foto: Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Rencana pengembangan transportasi massal di Kota Samarinda dipastikan mengalami penyesuaian jadwal. DPRD Samarinda menyebut program tersebut kemungkinan baru dapat direalisasikan pada 2027 akibat keterbatasan anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan bahwa awalnya program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Namun kondisi keuangan daerah membuat rencana tersebut harus ditunda.

“Harusnya dimulai 2026, tapi karena efisiensi kemungkinan bergeser ke 2027,” ujarnya.

Meski mengalami penundaan, ia menegaskan program transportasi massal tetap menjadi prioritas.

Pada tahap awal, pelaksanaannya akan difokuskan untuk melayani pelajar sebagai langkah awal membangun sistem yang lebih luas.

“Nanti akan ada bus, mikrotrans, dan integrasi dengan angkutan lain,” jelasnya.

Untuk mendukung tahap awal tersebut, anggaran yang disiapkan diperkirakan sekitar Rp900 juta, meskipun masih dalam tahap perencanaan.

Deni menilai keberadaan transportasi massal sangat penting bagi Kota Samarinda. Selain untuk mengurangi kemacetan, program ini juga diharapkan mampu menekan biaya transportasi masyarakat serta meningkatkan efisiensi energi.

Baca Juga:   MPP Samarinda Benahi Komposisi Loket, Prioritaskan Layanan Paling Dibutuhkan Warga

Ia pun berharap kondisi fiskal daerah segera membaik agar program ini dapat direalisasikan tanpa penundaan lebih lanjut.

“Harapannya kondisi keuangan daerah membaik supaya program ini bisa segera berjalan,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER