Teks photo : Detik-detik insiden kecelakaan maut di Tanah Merah terekam kamera CCTV. (Dimas/MKN)
SAMARINDA – Jalur Tanah Merah kembali berubah jadi arena maut. Sebuah truk bermuatan delapan ton garam mendadak lepas kendali diduga akibat rem blong, lalu menghantam brutal 12 kendaraan di jalur Samarinda–Bontang, Kamis sore (30/4/2026). Suara benturan keras memicu kepanikan warga, sementara korban bergelimpangan di tengah jalan.
Detik-detik kecelakaan mengerikan itu terekam jelas kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Dalam rekaman, truk tampak melaju dengan kecepatan tinggi sekitar pukul 16.02 WITA di jalur turunan tajam dari arah Samarinda menuju Bontang.
Tanpa mampu dikendalikan, kendaraan besar tersebut langsung menghantam deretan kendaraan roda dua dan roda empat yang tengah melintas di jalur padat lalu lintas.
Suasana di lokasi pun berubah panik. Sejumlah pengendara dan warga terlihat berlarian menyelamatkan diri, sementara korban mulai bergelimpangan di badan jalan.
Relawan FKPM Tanah Merah, Teguh, mengatakan dirinya bersama warga awalnya tengah menangani kasus lain di sekitar lokasi sebelum mendengar suara benturan keras.
“Awalnya kami sedang menangani kasus curanmor, lalu tiba-tiba terdengar dentuman keras. Pas dilihat, truk sudah menabrak banyak kendaraan. Diduga kuat remnya blong,” ujar Teguh.
Berdasarkan data sementara di lapangan, kecelakaan karambol tersebut melibatkan sedikitnya 12 kendaraan, terdiri dari lima mobil dan tujuh sepeda motor. Sejumlah kendaraan tampak ringsek parah akibat hantaman keras dari belakang.
“Sedikitnya lima korban sudah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Ada yang mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan kaki,” tambahnya.
Sementara itu, sopir truk bernama Juanda (36) mengaku sudah berusaha menghentikan laju kendaraan saat mengetahui rem tidak lagi berfungsi di jalur menurun tersebut.
“Pas turunan, pedal rem sudah keras sekali dan tidak bisa diinjak. Saya sudah coba pakai rem tangan, tapi tetap tidak ada respon. Kemungkinan rem kepanasan,” ucap Juanda dengan wajah syok.
Ia juga mengaku kendaraan sebelumnya dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan mengangkut garam dari Samarinda menuju Bontang.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Samarinda–Bontang sempat lumpuh total. Antrean kendaraan mengular cukup panjang karena posisi truk dan kendaraan korban menutupi sebagian besar badan jalan.
Petugas kepolisian bersama relawan langsung melakukan evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat untuk mengurai kemacetan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kegagalan sistem pengereman pada truk tersebut. (MK)
Penulis: Dimas
Editor: Agus S



