Publik Ribut Soal Anggaran, Rudy Mas’ud: Media Terlalu Fokus yang Negatif ?

Foto: Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA — Di tengah derasnya kritik publik terhadap sejumlah kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), Gubernur Rudy Mas’ud justru menyoroti peran media yang dinilainya terlalu fokus pada sisi negatif.

Beberapa isu yang belakangan menjadi perhatian luas bahkan hingga level nasional antara lain pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, rencana renovasi rumah jabatan yang mencapai Rp25 miliar, hingga anggaran jamuan makan bernilai miliaran rupiah.

Menanggapi sorotan tersebut, Rudy meminta media menjalankan fungsi kontrol sosial secara “berimbang”. Ia menilai pemberitaan seharusnya tidak hanya mengangkat kesalahan, tetapi juga mendorong perbaikan.

“Saya harap media sebagai kontrol sosial. Kalau ada yang perlu diperbaiki, ya diperbaiki, bukan malah yang salah saja yang diviralkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Atlet Samarinda, Kamis (23/4/2026).

Bahkan, belakangan ini, Rudy mengaku mendapat informasi yang bernarasikan bahwa Benua Etam sedang dilanda badai luar biasa.

“Saya dapat kabar dari teman-teman dipusat kalau dalam media ini seperti ada badai yang luar biasa. Padahal menurut saya biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Baca Juga:   Mahasiswa Beri Kartu Merah di Tengah Dialog Untuk Wagub Kaltim, Kritik Satu Tahun Kepemimpinan Rudy–Seno

Selain itu, Rudy juga mengamati fenomena viral di ruang publik, termasuk plesetan istilah “marwah” menjadi “arwah” yang ramai digunakan sebagai bentuk kritik.

“Kaltim ini viral dengan bahasa marwah, tapi sekarang diubah jadi arwah. Padahal marwah itu soal harga diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Orang Nomor Satu Di Kaltim ini juga menyinggung insan media bahwa dirinya pernah menghadapi situasi yang lebih sulit.

“Saya sudah biasa menghadapi masalah-malasah yang kalian (pewarta) tidak hadapi, sudah biasa bagi saya,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER