Foto: Armada di Terminal Lempake Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Lempake Samarinda tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Aktivitas keberangkatan bus antar kota yang berlangsung sejak pertengahan Maret menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang pulang kampung lebih awal.
Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, menyampaikan lonjakan penumpang mulai terjadi sejak Jumat, 13 Maret 2026.
Pada periode tersebut, jumlah armada yang diberangkatkan meningkat dari rata-rata lima hingga enam bus per hari menjadi delapan hingga sepuluh bus setiap harinya.
Peningkatan keberangkatan itu turut diikuti bertambahnya jumlah penumpang. Dalam sehari, rata-rata sebanyak 159 orang tercatat berangkat melalui terminal tersebut, atau meningkat hampir 80 persen dibandingkan kondisi normal.
Puncak arus mudik tercatat pada Minggu, 15 Maret 2026 atau H-5 Lebaran. Saat itu, sebanyak 11 bus diberangkatkan dengan total 271 penumpang.
Mayoritas pemudik didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa yang telah memasuki masa libur sekolah dan perkuliahan.
Sementara itu, pada H-3 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026, tercatat sembilan armada memberangkatkan 180 penumpang dengan tujuan utama Kota Bontang dan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Jumlah keberangkatan kembali meningkat pada H-2 Lebaran, Rabu, 18 Maret 2026, dengan 11 bus mengangkut 221 penumpang.
“Yang banyak berangkat itu anak kuliahan dan anak sekolah karena sudah libur. Untuk pekerja kantoran masih belum banyak karena masih masuk kerja,” jelasnya.
Terminal Lempake menaungi empat perusahaan otobus, yakni PO Bone Indah Jaya, PO Arafat, PO Sapu Lidi Bersaudara, dan PO Setia Mas Utama.
Secara keseluruhan tersedia 22 armada yang melayani rute Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta, dengan jadwal keberangkatan pertama dimulai pukul 08.00 Wita.
Berdasarkan catatan pengelola terminal, peningkatan jumlah penumpang dan keberangkatan bus selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai hampir 80 persen dibandingkan hari biasa.
Meski demikian, pola pergerakan pemudik dinilai tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, hanya saja masyarakat cenderung melakukan perjalanan lebih awal sehingga arus mudik berlangsung lebih merata.
Hingga saat ini, Jum’at 20 Maret 2026, jumlah penumpang masih terpantau padat. Kesebelas armada tercatat dipenuhi penumpang yang hendak merayakan lebaran bersama keluarga tercinta.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



