Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menemui ratusan pedagang Pasar Pagi di Balai Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang Pasar Pagi yang belum sepenuhnya terakomodir pasca revitalisasi.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Andi Harun saat menemui ratusan pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang menggelar aksi damai di Balai Kota Samarinda, Selasa (10/2/2026).
“Saya minta maaf, tidak bisa memuaskan sebanyak-banyak sesuai harapan Bapak Ibu semua. Namun kami berusaha menjelaskan sejujur-jujurnya dan seterbuka-terbukanya,” kata Andi Harun di hadapan massa.
Orang Nomor Satu di Kota Tepian ini menegaskan bahwa Pemkot Samarinda tengah membenahi sistem penataan kios agar lebih transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, penataan Pasar Pagi ke depan akan dilakukan dengan sistem digital yang memungkinkan seluruh masyarakat mengakses data penyewa kios.
Dengan sistem tersebut, publik dapat mengetahui siapa yang menempati setiap lapak, mulai dari lantai bawah hingga lantai atas.
“Semua penyewa akan dipublikasikan secara digital dan bisa diakses seluruh masyarakat. Tidak ada lagi praktik titipan atau permintaan lapak karena kedekatan,” tegasnya.
Andi Harun juga menyebutkan bahwa Pemkot Samarinda saat ini masih melakukan verifikasi ulang data pedagang, termasuk terhadap 73 data tambahan yang masih dalam proses pengecekan.
Dirinya mengakui kemungkinan adanya kekeliruan, baik karena kelalaian maupun ketidakcermatan dalam pendataan.
“Kami tidak menutup kemungkinan ada kesalahan. Kalau ditemukan data yang tidak sesuai prosedur, pasti akan kami tertibkan,” ucapnya.
Untuk memastikan transparansi, Andi Harun membuka peluang pengawasan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik spekulasi maupun pemindahtanganan lapak.
Terakhir, Andi Harun meminta pedagang bersabar dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah kota untuk menuntaskan pembenahan tata kelola Pasar Pagi.
“Kalaupun masih ada sisa lapak, semuanya akan diumumkan secara terbuka. Tidak ada satu pun yang bisa bersembunyi dari data,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



