Foto: Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Di tengah upaya percepatan operasional fasilitas insinerator di sembilan titik Kota Samarinda, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mulai mencuat sebagai sorotan penting.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda didorong untuk tidak hanya fokus pada target operasional, tetapi juga memastikan perlindungan maksimal bagi para pekerja
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa secara teknis, sebagian besar unit insinerator telah siap dan bahkan sudah menjalani uji coba mesin secara berkelanjutan. Namun, ia mengakui perlengkapan keselamatan kerja masih belum ideal.
“Per unit saat ini baru tersedia satu set pakaian kerja. Padahal ini bekerja di suhu yang panas, idealnya menggunakan pakaian khusus yang tahan panas,” ujarnya.
Masalah ini turut menjadi perhatian Wali Kota Samarinda. Dalam paparan yang sama, Wali Kota menekankan pentingnya penerapan standar K3 yang ketat, mengingat operasional insinerator melibatkan suhu tinggi dan risiko kerja yang tidak ringan.
“Perlindungan pekerja itu penting. Helm, sepatu, pakaian pelindung harus sesuai standar,” kata Suwarso merujuk pernyataan Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat rapat terkait progres insinerator pada Senin (21/1/2026).
Di sisi sumber daya manusia, proses rekrutmen operator, kepala kerja, dan petugas keamanan disebut telah berjalan. Untuk beberapa lokasi seperti Air Hitam, Loa Bahu, Bukit Pinang, dan Lempake, tenaga kerja inti telah terpenuhi. Sementara lokasi lainnya masih dalam proses seleksi, menyesuaikan dengan progres perakitan mesin.
Pemkot Samarinda sendiri menargetkan seluruh fasilitas insinerator dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat. Namun, pemerintah menegaskan tidak akan gegabah dalam melakukan peluncuran simbolis (launching) jika kondisi lapangan belum sepenuhnya siap.
“Mesinnya bisa diuji coba, tapi operasional penuh itu harus didukung akses jalan yang layak dan sistem keselamatan yang matang,” tegas Suwarso.
Pemkot Samarinda menilai pengelolaan sampah berbasis insinerator sebagai langkah maju menuju sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
Meski demikian, keberhasilan program ini dinilai tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, kualitas SDM, dan komitmen terhadap keselamatan kerja.
“Yang jelas, perlindungan terhadap tenaga kerja atau SDMnya menjadi prioritas utama yang harus dilakukan sesuai standar,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



