Pedagang Pasar Pagi Samarinda Menanti Kepastian Kios Jelang Ramadan

Foto: Koordinator pedagang Pasar Pagi Samarinda, Ade Maria Ulfah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pedagang Pasar Pagi yang belum terakomodir di tahap pertama berharap dapat kembali menempati kios sebelum Ramadan. Mereka menilai kepastian penataan kios menjadi faktor krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama menjelang periode yang selama ini menjadi puncak perputaran ekonomi pasar tradisional.

Koordinator pedagang Pasar Pagi Samarinda, Ade Maria Ulfah, mengatakan Ramadan biasanya menjadi momentum bagi pedagang untuk meningkatkan omzet dan menutup kerugian pada bulan-bulan sebelumnya. Namun, kondisi itu tidak lagi dirasakan sejak pedagang direlokasi ke Pasar Segiri.

“Ramadan itu biasanya momen kami mencari rezeki. Tapi sejak pindah, banyak teman-teman yang bangkrut,” kata Ade.

Ade menyebut relokasi membuat aktivitas perdagangan tidak berjalan optimal. Akses pembeli berkurang, penataan kios belum jelas, dan sebagian pedagang kehilangan pelanggan tetap.

“Sekarang banyak yang bertahan cuma untuk makan sehari-hari. Bukan lagi mikir mengembangkan usaha,” ujarnya.

Menurut dia, ketidakpastian penempatan kios membuat pedagang sulit merencanakan usaha. Sebagian pedagang bahkan mempertimbangkan berhenti berjualan karena terus merugi.

Baca Juga:   Siswa SD Multi Talenta Samarinda Belajar Tentang Orang Utan dan Konservasi

“Kalau tidak ada kejelasan, kami mau jualan di mana? Modal habis, pembeli juga tidak tahu kami pindah ke mana,” kata Ade.

Pedagang juga meminta proses pendataan kios dipercepat. Mereka menilai penggunaan sistem digital justru menghambat proses verifikasi data.

“Kami maunya manual supaya cepat. Tahap satu saja sampai sekarang belum selesai,” ujarnya.

“Kalau terus begini, Ramadan bisa lewat tanpa kepastian, padahal dibulan ini para pedagang biasa mengais rejeki,” tambahnya.

Hingga kini, pedagang masih menunggu keputusan pemerintah kota terkait jadwal dan mekanisme penempatan kios Pasar Pagi Samarinda. Sementara itu, aktivitas perdagangan berlangsung dalam kondisi terbatas, dengan pendapatan yang belum pulih sejak relokasi dilakukan.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER