MPP Samarinda Benahi Komposisi Loket, Prioritaskan Layanan Paling Dibutuhkan Warga

Foto: Gedung Mall MPP Samarinda. (Ist)

SAMARINDA — Mal Pelayanan Publik (MPP) Samarinda mulai melakukan penataan ulang komposisi loket pelayanan guna memastikan efektivitas layanan bagi masyarakat.

Langkah ini diambil setelah evaluasi internal menunjukkan adanya ketimpangan tingkat kunjungan antar tenant, meski secara umum jumlah pengunjung MPP terus bertumbuh setiap tahun.

Koordinator Pelayanan MPP Samarinda, Binti Isni Khuriyah, menjelaskan bahwa evaluasi tahunan menjadi dasar utama dalam menilai relevansi setiap loket pelayanan yang ada.

Dari hasil pemetaan tahun 2025, ditemukan sejumlah loket dengan tingkat pemanfaatan rendah, sehingga dinilai kurang optimal dalam mendukung konsep pelayanan terpadu.

“MPP itu tujuannya memberikan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Kalau ada loket yang pengunjungnya sangat minim, tentu harus kita evaluasi agar ruang pelayanan bisa dimanfaatkan lebih efektif,” ujar Binti.

Penataan tersebut tidak serta-merta mengurangi jumlah layanan, melainkan mengganti tenant yang kurang produktif dengan instansi yang memiliki kebutuhan layanan tinggi di masyarakat.

Pihak MPP telah mengirimkan surat kepada berbagai lembaga pelayanan publik, baik di tingkat kota, provinsi, maupun instansi vertikal, untuk bergabung dan mengisi ruang layanan yang tersedia.

Baca Juga:   Samarinda Target Juara Umum POPDA Kaltim, Ayo Kamu Pasti Bisa Wal!

Di sisi lain, data kunjungan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memusatkan aktivitasnya pada layanan-layanan dasar. Sepanjang 2025, lima layanan dengan tingkat kunjungan tertinggi di MPP Samarinda berasal dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Sosial melalui layanan BPJS PBI/KIS, BPJS Kesehatan, Kepolisian, serta Imigrasi.

Menurut Binti, dominasi layanan tersebut mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pengurusan perizinan usaha, jaminan kesehatan, hingga dokumen kependudukan dan keimigrasian.

Khusus Dinas Sosial, tingginya angka kunjungan dipengaruhi oleh layanan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah.

“Layanan-layanan itu memang menyentuh kebutuhan dasar. Jadi wajar jika trafik pengunjungnya paling tinggi dibandingkan layanan lain,” katanya.

Saat ini, MPP Samarinda mengelola 44 loket pelayanan dari 43 instansi yang beroperasi pada hari kerja. Meski jam layanan telah disesuaikan dengan standar masing-masing instansi, MPP mencatat belum semua loket beroperasi penuh setiap hari karena penyesuaian sumber daya dan sistem antrean.

Selain melakukan penataan, MPP Samarinda juga tengah mempersiapkan perluasan kerja sama layanan. Beberapa sektor strategis yang sedang dijajaki untuk bergabung antara lain bidang pertanahan dan kelistrikan, termasuk rencana integrasi layanan PLN.

Baca Juga:   Hujan Angin Bongkar Celah Desain Pasar Pagi, PUPR Samarinda Siapkan Evaluasi Teknis

“Ke depan, kami ingin MPP benar-benar menjadi pusat layanan publik yang lengkap dan relevan. Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi dengan instansi yang layanannya dibutuhkan masyarakat,” pungkas Binti.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER