spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Program Makan Bergizi Gratis Bisa Matikan Kantin Sekolah, ini Kata Pengamat

SAMARINDA – Seorang pedagang di kantin salah satu sekolah di Samarinda mengeluhkan penurunan pendapatan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di sekolah tersebut.

“Lumayan berkurang Mas, karena mungkin anak-anak udah kenyang kali ya,” ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, meminta pemerintah segera memperhatikan nasib kantin-kantin sekolah yang terdampak. Menurutnya, meskipun program MBG bertujuan meningkatkan gizi siswa, hal ini secara langsung menurunkan pendapatan pedagang kantin secara signifikan.

“Kantin-kantin sekolah pasti sangat terdampak karena anak-anak kenyang dari makanan yang disediakan program MBG. Pendapatan mereka turun drastis, padahal mereka menggantungkan hidup dari usaha di kantin,” jelas Purwadi, Sabtu (25/1), di Samarinda.

Ia menyarankan agar pemerintah melibatkan kantin sekolah sebagai mitra dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kantin sekolah adalah bagian dari UMKM yang perlu diberdayakan, bukan diabaikan.

“Kantin sekolah sebenarnya bagian dari UMKM. Jika mereka dilibatkan, dampak ekonomi negatif seperti sekarang bisa diminimalkan. Pemerintah bisa memberikan pendampingan untuk meningkatkan standar higienitas dan kualitas makanan di kantin,” tambahnya.

Baca Juga:   Amankan Natal di Kaltim dengan Patroli Gabungan dan Teknologi Mutakhir

Purwadi juga mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan dampak program ini terhadap sektor lain, seperti kantin sekolah yang sudah lama menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan ekonomi lokal.

“Jangan sampai program ini seperti menghidupkan satu sisi tapi mematikan sisi lainnya. Kantin sekolah adalah bagian dari ekonomi lokal yang perlu dilindungi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG, termasuk pengelolaan anggaran dan distribusi bahan makanan. Purwadi menyarankan agar pemasok bahan makanan program MBG berasal dari UMKM atau petani lokal untuk mendukung perekonomian setempat.

“Sampai hari ini, kita tidak tahu siapa pemasok bahan-bahan seperti telur, daging, dan sayur untuk MBG. Pemerintah seharusnya memastikan bahwa bahan-bahan ini berasal dari UMKM atau petani lokal agar dampaknya lebih positif bagi ekonomi daerah,” tegasnya.

Purwadi berharap ada kebijakan khusus untuk memberdayakan kantin sekolah sebagai mitra strategis agar mereka tetap bertahan tanpa mengorbankan keberhasilan program MBG. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, UMKM, dan kantin sekolah, ia optimis program ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah ekonomi baru.

Baca Juga:   Jelang Mudik Lebaran, PUPR Pastikan Ruas jalan Aman

Penulis: Hanafi
Editor: Agus Susanto

BERITA POPULER