SAMARINDA – Penutupan sementara Jembatan Mahakam I mulai diberlakukan sejak Jumat (28/2) pagi. Kendaraan dari Samarinda Seberang yang ingin menuju Kota Samarinda kini dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar). Langkah ini diambil menyusul proses investigasi oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) setelah insiden kapal pengangkut kayu menabrak jembatan yang dibangun sejak 6 Oktober 1983 itu.
Dari pantauan Media Kaltim di lapangan, Jembatan Kembar yang sebelumnya digunakan satu arah kini difungsikan menjadi dua arah. Kendaraan roda dua dan roda empat mulai melintas di atas jembatan yang telah berdiri sejak 2020 tersebut.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 BBPJN Kaltim, Akmiza, mengatakan bahwa penutupan Jembatan Mahakam I hanya bersifat sementara selama proses investigasi. Untuk itu, BBPJN Kaltim bersama instansi terkait sepakat menerapkan rekayasa lalu lintas selama dua minggu ke depan, sementara tim teknis melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan.
“Mulai dari struktur hingga komponen jembatan harus diperiksa. Apalagi ada sambungan pada komponen yang bergeser, sehingga ini harus diidentifikasi lebih lanjut,” ujar Akmiza.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara visual terdapat beberapa komponen yang perlu diperbaiki, mulai dari selimut beton jembatan hingga komponen FRP (Fiber Reinforced Polymer).
Selama penutupan, tim investigasi akan melakukan pengecekan detail terhadap berbagai komponen jembatan untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Akmiza juga menyoroti hilangnya fender pada Jembatan Mahakam I sebagai salah satu faktor yang menjadi perhatian utama dalam insiden ini. Fender berfungsi melindungi pilar jembatan dari benturan kapal, sehingga kerusakan struktural akibat tabrakan dapat diminimalisir.
“Keberadaan fender sangat penting, terutama karena Sungai Mahakam masih menjadi jalur lalu lintas kapal. Fender wajib ada sebagai pengaman tiang jembatan di atasnya,” tutupnya.
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S