spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bersamaan Pasar Murah, Disdag Samarinda Gelar Operasi Pasar LPG

Foto: Kepala Dinas Perdagangan, Nurrahmani saat meninjau langsung di Pasar Segiri(Hadi Winata/Radar Samarinda)

 

SAMARINDA – Sambut bulan suci Ramadan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda bakal mengadakan pasar murah yang dilaksanakan di 10 Kecamatan pada 17 Februari dan seminggu sebelum Hari Raya Idhul Fitri mendatang.

Bukan sekedar perayaan sambutan, pasar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sehingga dapat menjaga kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan.

Untuk itu, Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani mengatakan, penyelenggaraan pasar murah di tahun ini akan berbeda dengan sebelumnya. Operasi pasar LPG juga akan diadakan bersamaan, dengan memprioritaskan pembeli yang mempunyai kartu khusus.

“Kali ini ada hal menarik, kami akan mengadakan operasi pasar Elpiji bersamaan dengan pasar murah. Untuk distribusi sendiri, kami akan bagikan kepada kecamatan, pihak kecamatan akan memberikan kepada warga yang berhak,” ujar Nurrahmani saat melakukan tinjauan langsung di Pasar Segiri , Jumat 14 Februari 2025.

Selain itu, pasar murah kali ini, akan digelar sebanyak dua kali. Dia mengatakan, pelaksanaan pertama, akan dilakukan pada 17 Februari. Sedangkan, pasar murah kedua akan dilakukan pada satu Minggu sebelum Hari Raya Idhul Fitri.

Baca Juga:   Edarkan Sabu ke Tetangga, Pemuda Samarinda Ini Digerebek Polisi

“Kita lakukan dua kali, sebelum Ramadan dan satu Minggu sebelum lebaran,” katanya.

Dalam pasar murah ini, pihaknya akan menyediakan berbagai macam bahan pokok makanan, terutama komoditas pangan yang penting, seperti beras, ayam, sayur, cabai, dan bawang-bawangan.

“Kami akan sediakan dengan harga terbaik, yang pastinya tidak merugikan pihak UMKM,” jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Yama ini, menjelaskan alasan kenaikan harga jelang Ramadan. Menurutnya, salah satu faktor penyebab ialah produsen yang gagal panen.

“Kita (Samarinda) ini, bukan pemasok atau penghasil. Sehingga kita lebih banyak mendatangkan dari Daerah lain seperti Surabaya dan Makassar. Pastinya ini merubah harga jual di Samarinda nantinya,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER