spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Samarinda Dukung Rencana Pengadaan Angkutan Umum, Solusi Kurangi Macet dan Polusi

Foto: Prototipe bus yang diperlihatkan dalam Pawai Pembangunan oleh Dishub Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

 

SAMARINDA – Wacana pengadaan angkutan umum massal dan perombakan sistem lalu lintas yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mendapat dukungan penuh dari DPRD. Pihaknya menyebut bahwa usulan tersebut menjadi solusi jangka panjang terbaik yang dapat diterapkan di Kota Tepianm

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai langkah ini sebagai terobosan penting untuk menjawab tantangan mobilitas masyarakat, kemacetan, hingga isu lingkungan.

Menurutnya, penyediaan transportasi massal merupakan mandat undang-undang yang wajib dijalankan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Tujuannya, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

“Kami tentu sangat mendukung. Apalagi ini amanah undang-undang. Pemerintah kota harus menyediakan fasilitas transportasi masyarakat, termasuk untuk pelajar yang bisa dijadikan trayek percobaan awal,” ujar Deni, Jumat (29/8/2025).

Bisa Dimulai dari Kapasitas Kecil

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan bahwa penerapan transportasi publik di Samarinda tidak harus langsung menggunakan bus berukuran besar. Menurutnya, skema bisa dimulai dengan armada berkapasitas 17–18 orang.

Baca Juga:   Samarinda Theme Park, Hiburan Keluarga Bernuansa Jepang yang Menarik Perhatian

“Tidak harus bus besar. Bisa dimulai dari kapasitas sedang, lalu disambung dengan feeder seperti angkot atau taksi yang sudah ada. Angkutan ini bisa menjangkau perumahan-perumahan dan pemukiman warga,” jelasnya.

DPRD menilai, sistem transportasi massal yang terintegrasi akan membantu mengurangi kemacetan akibat membludaknya kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi polusi.

“Kalau masyarakat terbiasa naik angkutan umum, apalagi dimulai dari ASN atau pegawai kontrak, maka kendaraan pribadi bisa berkurang di jalan. Itu dampaknya besar bagi kelancaran lalu lintas maupun kualitas udara,” tambahnya.

Dishub Siapkan Tujuh Trayek Utama

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan pihaknya tengah merancang tujuh trayek utama. Rute tersebut meliputi jalur 1A, 1B, 2A, 2B hingga trayek menuju Bandara APT Pranoto. Setiap jalur diperkirakan membutuhkan tujuh bus, ditambah satu unit cadangan.

“Respon masyarakat cukup positif. Ini menjadi modal penting untuk mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Harapannya, Samarinda bisa memiliki layanan bus modern seperti kota-kota besar lainnya,” ungkap Manalu.

Baca Juga:   BPJS Kesehatan Samarinda Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran

Menuju Kota Hijau

Deni Hakim Anwar menegaskan, transportasi publik modern bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga mendukung target pemerintah menuju ekosistem hijau.

“Kami ingin Samarinda ikut mewujudkan green city. Dengan transportasi massal, polusi berkurang, kemacetan bisa dipecah, dan masyarakat lebih mudah beraktivitas,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER