Tak Perlu Antre di Kantor, ATM Emas Pegadaian Kini Hadir di Balikpapan

SAMARINDA – Ingin mencairkan tabungan emas digital menjadi emas batangan tanpa harus melalui proses panjang di kantor cabang? Kini, nasabah Pegadaian bisa melakukannya lewat mesin ATM Emas yang mulai hadir di Balikpapan.

Mesin tersebut tersedia di Kantor PT Pegadaian (Persero) Cabang Damai dan diluncurkan pada Rabu (14/10/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun aplikasi Tring! by Pegadaian.

Melalui layanan ini, nasabah bisa mengambil emas fisik secara langsung dari saldo Tabungan Emas digital. Pilihan emas batangan yang tersedia mulai dari 1 gram hingga 100 gram, dengan produk terbitan Galeri 24.

Prosesnya juga relatif sederhana. Nasabah cukup memilih menu transaksi melalui aplikasi Tring!, memindai kode QR pada mesin ATM Emas, mengonfirmasi pembayaran, lalu memasukkan kode unik transaksi.

Setelah proses selesai, emas batangan bisa langsung diambil dari mesin.
Kehadiran layanan ini menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas secara digital, tetapi tetap menginginkan emas fisik untuk disimpan sendiri.

Pemimpin Wilayah IV Balikpapan PT Pegadaian, Rinaldi Lubis, mengatakan kehadiran ATM Emas merupakan bagian dari upaya perusahaan mempermudah akses masyarakat terhadap investasi emas.

Baca Juga:   Satpol PP Samarinda Sita 217 Miras, Tekan Kriminalitas Jelang Pergantian Tahun

“Melalui integrasi ATM Emas dengan aplikasi Tring!, kami ingin memberikan pengalaman baru bagi nasabah untuk memperoleh emas fisik secara lebih praktis, sesuai fitur dan ketentuan yang berlaku,” ujar Rinaldi.

Menurut dia, layanan tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya di Kalimantan, untuk mulai mengenal emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang.

Di sisi lain, nasabah tetap perlu memahami ketentuan transaksi dan fitur yang tersedia sebelum melakukan penarikan emas fisik melalui mesin tersebut.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebut peluncuran ATM Emas menjadi bagian dari pengembangan layanan investasi emas yang terintegrasi dengan teknologi digital.

“Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bullion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia,” kata Damar.

Pegadaian juga menyatakan penyimpanan emas nasabah didukung sistem kustodi atau penitipan aset.

Perusahaan mengklaim menerapkan prinsip perbandingan 1:1, yakni ketersediaan emas fisik sesuai jumlah gram yang ditransaksikan nasabah berdasarkan akad.

Baca Juga:   Pemkot Samarinda Evaluasi Ketat Kontraktor Proyek Teras Tahap Dua, Cegah Masalah Upah Terulang

Meski begitu, bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi, kemudahan membeli dan mengambil emas tetap perlu diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang.

Emas dapat menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang, tetapi bukan berarti bebas dari risiko perubahan harga.

“Nasabah tidak hanya bisa memantau kepemilikan emas melalui aplikasi, tetapi juga mengambil bentuk fisiknya melalui mesin yang terintegrasi dengan layanan digital Pegadaian,” tutupnya

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andy Desky

BERITA POPULER