Basarnas Kerahkan Dua Penyelam Profesional Untuk Cari Bocah Yang Tenggelam di Sungai Mahakam

SAMARINDA — Seorang bocah berusia 11 tahun berinisial A dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Samarinda, pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban tenggelam setelah berenang bersama teman-teman sekolahnya.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menjelaskan awalnya korban dan temannya ingin menjebak burung di taman. Namun, rencana tersebut batal hingga mereka memutuskan untuk berenang di Sungai Mahakam.

“Awalnya ada empat anak yang satu sekolah, mereka berjanji mau menjebak burung di taman. Karena tidak jadi, mereka memutuskan untuk berenang. Dua anak berinisiatif berenang, dan korban ini berenang sendirian lebih ke arah tengah,” ujar Joko.

Nahas, korban tenggelam karena diduga tidak mahir berenang. Begitu terjun ke air, korban langsung terseret arus dan berteriak meminta tolong. Teman-temannya pun sempat berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan gabus. Namun tubuh korban dengan cepat hilang terseret aliran sungai.

“Korban berusia 11 tahun, sementara tiga rekannya berusia 10 tahun. Korban tenggelam satu orang dengan inisial A,” lanjutnya.

Baca Juga:   MPP Samarinda Benahi Komposisi Loket, Prioritaskan Layanan Paling Dibutuhkan Warga

Menerima laporan dari masyarakat, Tim SAR gabungan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian (LKP). Untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengungkapkan pencarian dilakukan dengan cara penyelaman. “Tindakan tahap pertama kami melakukan penyelaman untuk memastikan apakah korban masih tertahan di bawah. Jika kondisi memungkinkan, kami lakukan penyisiran bawah air. Namun jika keterbatasan arus tidak memungkinkan, kami akan beralih ke rencana kedua,” jelas Aries.

Arus bawah Sungai Mahakam yang deras menjadi kendala utama tim di lapangan. Berdasarkan informasi warga dan pantauan awal, kuat dugaan posisi korban masih terjebak di dasar perairan akibat kuatnya arus bawah sungai.

Untuk mengoptimalkan proses pencarian, Polresta Samarinda mengerahkan tujuh personel ke lokasi. Dengan dua personel di antaranya merupakan penyelam profesional yang diterjunkan langsung ke titik pencarian. Tim SAR gabungan terus bersiaga dan menyesuaikan rencana operasi di lapangan guna menemukan korban secepatnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i

BERITA POPULER