SAMARINDA – Penerbangan langsung Samarinda–Jakarta dan sebaliknya kembali beroperasi normal, Selasa (8/9/2026). Empat jadwal penerbangan Batik Air, Citilink dan Garuda Indonesia yang sebelumnya dihentikan akibat dampak abu vulkanik Anak Krakatau kini kembali melayani penumpang.
Kepala UPBU Kelas IA APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan memastikan seluruh rute reguler yang menghubungkan Samarinda dengan Jakarta telah kembali berjalan.
“Pihak bandara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengertian, kesabaran, serta kepercayaan para pengguna jasa selama proses penyesuaian operasional berlangsung,” kata Kadek.
Penerbangan yang kembali beroperasi meliputi Batik Air ID 6256/6257 dan ID 6677/6676, Citilink QG 423/422 serta Garuda Indonesia GA 581/580.
Seluruh penerbangan tersebut sebelumnya terpaksa dibatalkan setelah operasional bandara di Jakarta dihentikan akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Secara nasional, pemulihan penerbangan dimulai setelah Kementerian Perhubungan membuka kembali sejumlah bandara yang terdampak. Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara dinyatakan aktif kembali mulai Selasa pukul 00.01 WIB setelah melalui evaluasi keselamatan. Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe menyusul dibuka pukul 02.25 WIB.
Pulihnya rute Jakarta cukup penting bagi Bandara APT Pranoto. Sepanjang Agustus 2026, bandara tersebut melayani 58.973 penumpang penerbangan pulang-pergi atau rata-rata 1.902 penumpang setiap hari.
Meski penerbangan telah kembali normal, UPBU APT Pranoto meminta penumpang tetap memantau informasi maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Kondisi operasional masih perlu mengikuti perkembangan keselamatan penerbangan dan aktivitas vulkanik.
Kementerian Perhubungan juga tetap meminta pengelola bandara dan maskapai meningkatkan kewaspadaan setelah operasional dibuka kembali.
Dengan dibukanya kembali rute tersebut, gangguan penerbangan Samarinda–Jakarta akibat Anak Krakatau untuk sementara berakhir. Fokus pelayanan kini bergeser pada pemulihan jadwal dan pergerakan penumpang yang sempat tertunda selama penghentian penerbangan. (ant/MK)
Editor: Agus S.



